Back Song

Senin, 30 Januari 2017

SURAT KETERANGAN AKTIF DI IPM

2 komentar

GENERASI INTEGRITAS TINGGI

Assalmualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat pagi para Kader IPM Limpung...
Bagaimana kabar kalian.

Sebentar lagi PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) dibuka.
Bagi kader IPM Limpung yang mau melanjutkan belajarnya di dunia Kampus, dan mau mengejar impiannya dengan berjuang mendapatkan BEASISWA atau pun tidak, tetap semangat ya.

bagi yang butuh Surat Keterangan Aktif di IPM bisa download di sini

Prosedur permohonan Surat Keterangan Aktif di IPM :
1. Download Form surat keterangan aktif di IPM di sini
2. Lengkapi dan isi nama, ttl, NBA (bagi yang punya), jabatan (saat di PR atau di PC), dan alamat. untuk contoh pengisisan sudah saya lampirkan.
3. Print form tersebut dua (2) lembar.
4. Hubungi Sekretaris Umum PC IPM Limpung IPMawan Dani (085201278068) untuk meminta persetujuan sekaligus tandatangan dan cab PC IPM Limpung.
5. Satu lembar buat Anda dan satu lembar lainnya buat arsip PC IPM Limpung (serahkan ke IPMawan Dani)
6. Surat keterangan aktif sudah siap digunakan.

terimakasih.
semoga bermanfaat.
Nun Walqolami Wama Yasthurun

by : PIP PC IPM Limpung

Minggu, 29 Januari 2017

KONSEP GERAKAN ILMU DI IPM BATANG

0 komentar

KONSEP GERAKAN ILMU DI IPM BATANG

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) didirikan dengan maksud dan tujuan “terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.” Demi mewujudkan tujuan tersebut, pada abad ke-21 ini IPM mundelegasikan diri sebagai Gerakan Ilmu. Pendelegasian diri IPM sebagai gerakan ilmu, diharapkan muncul kelompok yang dapat diandalkan sebagai rujukan dalam memahami masalah besar, yang menyangkut pemahaman agama, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, kebudayaan, dan peradaban di masa yang akan datang. Sebagaimana Buya Syafi’i mengingatkan, kini zaman sedang bergulir dan berubah dengan cepat karena ditopang perkembangan teknologi informasi. Semua itu tak dapat dielakkan. Menurutnya, dalam melintasi zaman tersebut, diperlukan sebuah fondasi ilmu yang kokoh dan iman yang tulus. Dengan begitu, IPM bersama Muhammadiyah bisa membangun sebuah tonggak sejarah yang bergerak lebih jauh secara strategis dalam memasuki abad selanjutnya.
Ikhtiar gerakan IPM mewujudkan pelajar yang kritis dan progresif harus dilakukan dengan dengan memahami dan mengamalkan Islam yang berkemajuan. Islam berkemajuan memiliki tiga paradigma, yaitu membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan umat manusia. Pertama, membebaskan manusia dari belenggu yang tidak manusiawi, dari thoghut (segala yang tidak memanusiakan dan menjauhkan manusia dari fitrah kemanusiaan). Kedua, memberdayakan potensi manusia, sehingga mambantu menjadi manusia unggul. Ketiga, memajukan kehidupan manusia, dengan ilmu, menjadi manusia yang berkemajuan dan berperadaban unggul. Pasca IPM menjadi organisasi terbaik Nasional dan ASEAN, sudah seharusnya IPM berikhtiar bagaimana menuju gerakan terbaik (khairu ‘ummah). “faidza faraghta fanshab, wa ilaa rabbika farghab”. Amien.
IPM Batang sebagai salah satu pengemban amanah tersebut, selalu berusaha mengaplikasikan dalam kehidupan berorganisasinya. Tidak mudah menerapkan gerakan ilmu tersebut, adanya tantangan dan hambatan baik dari internal maupun eksternal. Tantangan dan hambatan dari internal yang dihadapi IPM batang, antara lain kurangnya sikap kritis dan progresif dari pengurus dan kader IPM, sedikit yang mengetahui adanya gerakan ilmu dari pengurus dan kader IPM, tersendatnya pengkaderan IPM, kurangnya sosialisasi terkait gerakan ilmu kepada pimpinan ranting dan cabang.  Sedangkan tantangan dan hambatang dari eksternal, antara lain adnya nilai dan norma sosial, budaya, ekonomi, religi, dan bidang lainnya di masyarakat setempat yang bertolak belakang dengan gerakan ilmu. Selain itu, program kerja yang dirancang hanyalah sebagai hiasan organisasi semata. IPM Batang memerlukan revitalisasi ideologi keilmuan atau ideologi pencerahan, dan membangun spirit gerakan IPM, serta membiasakan budaya baca dan melek huruf di kalangan kader IPM Batang.
Revitalisasi ideology keilmuan atau ideologi pencerahan kader IPM Batang menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditolak. Format dan sistem pergerakan diarahklan pada pembentukan militansi kader yang intelektualis (elit pencerah bangsa), moral-spiritualis dan memiliki kompetensi profesional dan sensitifitas sosial yang tangguh. Hal ini harus diwujudkan dengan berbagai perubahan mendasar atas sistem dan format yang ada selama ini. Kendala lambatnya perkembangan pertambahan kuantitas ketokohan kader perlu disiasati dengan tetap pengemukaan kualitas kader sebagai prioritas. Itulah sebabnya, nilai-nilai yang hendak dibangun untuk mengkonstruksi kader disesuaikan dengan asumsi besar bahwa kader IPM harus memiliki basic of knowledge yang kokoh dan ghirah kejuangan yang tinggi.
Membangung spirit gerakan IPM perlu diterapkan di IPM Batang. Karena pada hakekatnya IPM merupakan sebuah gerakan Islam dakwah amar ma’ruf nahi mungkar di kalangan pelajar. Islam dengan Tauhid sebagai substansi ajarannya mengandung nilai-nilai kemajuan untuk mewujudkan kehidupan manusia yang tercerahkan. Dalam pandangan IPM, Islam merupakan agama yang berkemajuan yang bersifat rahmatan lil alamin. Berasal dari pandangan inilah, IPM berupaya mewujudkan Islam yang memiliki misi profan (misi keadilan) dan pencerahan sebagai jalan Islam yang membebaskan, memberdayakan dan memajukan kehidupan dari segala bentuk keterbelakangan, ketertindasan, kejumudan dan ketidakadilan hidup umat manusia.
Budaya membaca dan melek huruf yang kiat lama luntur, membuat kurangnya wawasan dikalangan pelajar. IPM dapat memanfaatkan kemudahan akibat adanya perkembangan teknologi dalam membiasakan budaya baca dan melek huruf di kalangan kader IPM Batang. Dengan membaca, wawasan seseorang akan bertambah. Apabila kader IPM dapat membiasakan budaya baca dan melek huruf maka kader IPM Batang akan menjadi generasi yang aktif dan progresif.
Demikianlah, kondisi IPM Batang dalam mengimplementasikan gerakan ilmu. Langkah progresif sudah saatnya diambil dengan tetap mengambil nilai kesejarahan yang memang sangat kental dengan nuansa perjuangan Pelajar muslim yang gelisah atas realitas sosial yang timpang. Sudah saatnya IPM Batang menjadi bagian terpenting dalam implementasi gerakan ilmu dan konsepsi Islam untuk kemanusiaan universal. Jayalah IPM!!!!! Amiiin..


Referensi:

Tanfidz Muktamat XIX IPM
http://pelajarberkemajuan.blogspot.co.id/2013/05/ipm-mendeklarasikan-sebagai-gerakan-ilmu.html
http://pelajarberkemajuan.blogspot.co.id/2013/05/deklarasi-ipm-sebagai-gerakan-ilmu.html
http://pelajarberkemajuan.blogspot.co.id/2013/05/gerakan-pelajar-berkemajuan.html

Penulis : IPMawan Bowo

Presented by : Bidang PIP PC IPM Limpung

MAPETA 2017

0 komentar

Masa Pembekalan Anggota (MAPETA) MA Muhammadiyah Limpung 2017.
Segera hadir On April.

Kegiatan ini diadakan bagi siswa-siswi MA Muhammadiyah Limpung yang baru saja melaksanakan serangkaian kegiatan UJIAN Nasional dan lain-lain yang sebentar lagi akan menjadi Alumni. Tujuannya adalah membentuk Alumni MA Muhammadiyah Limpung yang memiliki Integritas Tinggi dalam bidang studi yang dimiliki, sehingga dapat diterapkan dalam masyarakat. 
Semoga Allah Meridhai.

Dokumentasi Mapeta 2015


Presented by : PC IPM Limpung & ALIVMA

Sabtu, 28 Januari 2017

IPM Limpung Go To Jogja

0 komentar
YOGYAKARTA– Dalam rangka untuk memajukan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ditingkat cabang, PC IPM Limpungbelajar denganberkunjung langsungkePD IPM Kota Yogyakarta. Acara tersebut disambut oleh Ketua Umum PD IPM Kota Yogyakarta, Ramadhani Gafar Utama beserta para anggotanya di gedung dakwah PDM Kota Yogyakarta, Sabtu (28/1).
Acara yang bertema “Membangkitkan Semangat Juang dan Ukhuwah Ikatan, Menuju Generasi berkemajuan” ini diawali dengan saling memaparkan program kerja dari PC IPM Limpung dan PD IPM Kota Yogyakarta. Dan diakhiri dengan diskusi dan sharing terkait ide-ide untuk memajukan PC IPM Limpung.
Ketika menjelaskan program kerja PD IPM Kota Yogyakarta, Ramadhaniberpesan kepada seluruh rombongan PC IPM Limpung bahwa dalam penyusunan program kerja tidak perlu banyak-banyak, yang penting sesuaikan dengan kebutuhan Cabang dan Ranting yang ada. Rama juga berharap PC IPM Limpung dapat menghasilkan karya-karya yang lebih inspiratif, lalu mampu membuat gerakan-gerakan berkemajuan sehingga PC IPM Limpung bisa membawa generasi pelajar berkemajuan lebih berkemajuan.
Program kerja yang baru pertama kali dilaksanakan oleh PC IPM Limpung ini bertujuan untuk membangkitkan semangat juang Ikatan Pelajar Muhammadiyah dengan berpikir luas tentang IPM. Selain itu juga untuk membangkitkan semangat ukhuwah Ikatan melalui bersilaturahmi dan bertukar pikiran dengan PD IPM Kota Yogyakarta. “Sehingga terwujud tujuan umum dari IPM akan terwujud, yaitu menuju generasi IPM yang berkemajuan, ujar Bowo, selaku Ketua Umum PC IPM Limpung Kabupaten Batang.
Bowo berharap dengan adanya acara ini PC IPM Limpung menjadi cabang yang mempunyai kualitas dan kuantitas yang baik. Juga mempu menjadi PC IPM yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya serta dalam kepemimpian periode berikutnya bisa melanjutkan tongkat esatafet perjuangan ikatan.(adam)
Kontributor: Arief Rakhman Aji
Sumber : http://m.muhammadiyah.or.id/id/news-9251-detail-pc-ipm-limpung-kabupaten-batang-adakan-study-banding-dengan-pd-ipm-kota-yogyakarta.html
By Bidang PIP PC IPM Limpung

PKTM I 2016

0 komentar
LIMPUNG- Pelatihan Kader Taruna Melati Satu adalah proses  awal atau dasar dari pengkaderan Ikatan Pelajar Muhammadiyah menuju jenjang yang lebih lanjut. PKTM I menekankan pada dua aspek proses, yaitu pertama, pemahaman dan pengamalan Islam secara riil dan kedua, pengenalan diri. Maksud pemahaman dan pengamalan Islam secara riil adalah belajar, memahi dan mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari membaca al-Qur’an, ibadah mahdloh, sampai dengan membentuk kelompok pengajian bersama ataupun Gerakan Jama’ah Dakwah Jama’ah (GJDJ). Adapun maksud dari pengenalan diri adalah mempelajari dan mengenali akan pribadi masing-masing melalui pengetahuan tentang hati suci sehingga muncul kesadaran yang tinggi terhadap potensi dan penghargaan terhadap diri sendiri, orang  lain, dan masyarakat.

Pelatihan Kader Taruna Melati Satu dalam rangka mencapai tujuannya mengandung empat  proses penting: Pertama, need assessment kader di tempat masing-masing, kedua,  sosialisasi dan rekruitment, ketiga, proses pelatihan, dan keempat, folow up. Masing-masing proses  memiliki tahapan dan mekanismenya sendiri-sendiri yang disesuaikan berdasarkan target  dan tujuan dari pelatihan dan jenjang pengkaderan IPM.

Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati Satu menggunakan model pelatihan yang lebih menekankan pada aspek conscientizaco atau penyadaran pribadi dan kelompok akan nilai-nilai ke-Islaman. Dengan demikian proses pelatihan ditekankan pada proses humanizing untuk mencapai target dan tujuan.

Tujuan umum Pelatihan Kader Taruna Melati Satu adalah proses pembentukan karakter  kader (character building), yaitu, siddiq, tabligh, amanah, dan fathonah, sebagai upaya penanaman nilai-nilai dasar pergerakan dan perjuangan Ikatan sebagaimana dalam tujuan IPM  dan Muhammadiyah. Ujar Ipmawan Bowo selaku Ketua Umum PC IPM Limpung dalam sambutan pembukaan acara tersebut di Gedung Muhammadiyah Center Limpung, Ahad (25/12/2016)

Tema Be A Teenager merupakan penerjemahan dari kata Pelajar Berkemajuan, harapannya dengan melalui kegiatan ini dapat mencetak generasi pelajar yang berkemajuan. lantjutan dari Ipmawan Bowo.

Bapak Nurudin Junaidi selaku perwakilan dari PC IPM Limpung berarapannya melalui PKTM I IPM ini dapat memunculkan para kader muhammadiyah yang nantinya dapat menjadi generasi penerus para tokoh dan pimpinan Muhammadiyah pada saat ini khususnya di Limpung.

By Bidang PIP PC IPM Limpung

Kamis, 22 Agustus 2013

PC IPM Limpung Siap jadi Tuan Rumah Musyda XIV

0 komentar

Limpung, (23/8), Pimpinan cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kecamatan Limpung Siap Menggelar Musyawarah Daerah (MUSYDA) Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke XIV.
Acara Ini akan berlangsung mulai hari ini, tepatnya tanggal 23 Agustus 2013 sampai dengan tanggal 25 Agustus 2013 mendatang.


Diagendakan pada hari ini akan diawali dengan KONPICAB.
Sedangkan untuk pembukaan sendiri akan dilakukan esok harinya di tempat pengajian Ahad Pagi "ULUL ALBAB" PCM Limpung. Acara ini akan dibuka langsung oleh bapak Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo.
Selanjutnya diagendakan akan diteruskan dengan seminar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
"kami siap menyelenggarakan Musyda tahun ini,walaupun ada beberapa kendala yang kita alami dalam persiapannya. namun dengan kerja keras dari teman-teman panitia yang bekerja secara Kolektif Kolegial acara ini akan segera terselenggara." Ujar IPMawan Ragil selaku penanggung jawab pelaksanaan Musyda XIV di Kecamatan Limpung.

Rabu, 03 Juli 2013

Panduan FORTASI

0 komentar

Pengertian
Forum Ta’aruf dan Orientasi (FORTASI) siswa Muhammadiyah adalah rangkaian kegiatan yang terprogram secara sistemik untuk menumbuhkembangkan minat, bakat, dan potensi siswa dalam rangka pengenalan terhadap dunia pendidikan, sekolah dan organisasi. Para siswa diharapkan memiliki kepekaan sosial, mampu berkarya secara kreatif, serta terlibat dalam segala aktivitas yang ada di sekolah.

Maksud dan Tujuan 
Membentuk pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka mengembangkan kesadaran dan potensi diri untuk selalu kreatif dan peka terhadap lingkungan sosialnya, tertama pada persoalan pendidikan, demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. 

Target
1. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki wawasan keilmuan yang luas, baik keagamaan maupun keilmuan lainnya.
2. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki budi pekerti mulia baik terhadap orang tua, guru, sesama teman, maupun lingkungan sosialnya.
3. Terbentuknya pelajar muslim yang mampu menjalankan ajaran Islam secara baik dan benar.
4. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang Muhammaiyah beserta Ortomnya.
5. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki minat dalam berorganisasi, khususnya dalam menghidupkan dan mengembangkan IPM di masing-masing sekolahnya.
6. Terciptanya keakraban antarsiswa baru dengan dilandasi ukhuwah Islamiyah.

Sasaran Peserta
Kegiatan FORTASI diperuntukkan bagi siswa-siswa baru di sekolah Muhammadiyah maupun non-Muhammadiyah yang telah diterima secara resmi sebagai siswa baru. 

Waktu Penyelenggaraan
Kegiatan FORTASI dilaksanakan selama empat hari secara berturut-turut menjelang dimulainya proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. 

Pengorganisasian
1. Penanggung Jawab
a. Kepala Sekolah
b. Pimpinan Daerah Ikatan Remaja Muhammadiyah
Kepala sekolah memberikan mandat kepada Pimpinan Daerah IPM untuk mengelola dan melaksanakan FORTASI di sekolahnya. Sedangkan Pimpinan Daerah IPM memberikan instruksi kepada Pimpinan Cabang IPM untuk mengelola FORTASI di sekolah sebagai tanganpanjang Pimpinan Daerah. 
2. Pengelola
FORTASI di sekolah dikelola oleh Pimpinan Cabang IPM, apabila tidak ada kepengurusan Cabang, maka langsung ditangani oleh Pimpinan Daerah IPM setempat. Adapun susuna pengelola adalah sebagai berikut:
Master of Fortasi :
Assistant :
Imam Fortasi :
Master of Game :
Pendamping kelompok :
Anggota :
3. Panitia Pelaksana
Panitia pelaksana FORTASI adalah Pimpinan Ranting IPM di masing-masing sekolah.

Petunjuk Teknis Pengelolaan
1. Dua bulan sebelum acara dilaksanakan, PD IPM membentuk tim dan kepanitiaan yang akan menangani proses pelaksanaan FORTASI.
2. PD IPM mengumpulkan PC IPM untuk membentuk panitia FORTASI di tingkat Cabang. Jika tidakada PC IPM, pengelolaan ditangani langsung oleh PD IPM. 
3. Panitia Cabang menginstruksikan Ranting untuk membentuk panitia FORTASI di sekolah dengan berkoordinasi kepada kepala sekolah masing-masing. 
4. Pengelola diserahkan kepada Cabang masing-masing. Namun apabila sekolah mampu melaksanakannya sendiri, pengelola bisa dari Ranting dengan tetap berkoordinasi kepada Pimpinan Cabang IPM.

Metode dan Teknik Pengelolaan
1. Metode Pengelolaan
FORTASI untuk jenjang pertama (SLTP) menggunakan metode gabungan antara paedagogi dan andragogi dengan penekanan pada metode Paedagogi. Sedangkan untuk jenjang kedua (SLTA) menggunakan metode gabungan antara paedagogi dan andragogi dengan menekankan pada andragogi.
2. Teknik Pengelolaan 
a. Ceramah
b. Penataran
c. Mentoring (pemantauan)
d. Stimulasi
e. Diskusi
f. Brainstorming (olah pikir, sekedar tukar ide)
g. Dinamika kelompok
h. Case Study (menganalisis sebuah masalah, bisa berupa berita maupun kejadian nyata)

Materi-materi
Materi-materi FORTASI diklasifikasikan menjadi dua, yaitu materi wajib dan materi pendukung. Tiap-tiap materi ada waktu yang telah ditentukan berdasarkan SKS. Setiap satu SKS terdiri dari 45 menit. Untuk materi FORTASI SMP dan SMA tidak ada pembedaan, hanya saja perlu ada perbedaan dalam hal teknik dan media penyampaian materi. Berikut ini adalah penjelasannya: 




1. Materi Wajib
Ada tiga materi utama yang tidak boleh ditinggalkan salah satunya selama pelaksanaan FORTASI berlangsung. Ketiga materi itu adalah sebagai berikut: 
a. Dasar-dasar Islam 2 sks
b. Cara Praktis Siswa Beragama Islam 2 sks 
c. Mengenal Muhammadiyah 2 sks 
d. Mengenal IPM Secara Umum 2 sks 
e. Mengenal IPM Ranting 2 sks

2. Materi Pendukung
Materi pendukung bisa dipilih sesuai dengan keterbatasan waktu dan kebutuhan di masing-masing sekolah. Berikut ini adalah pilihan materinya berdasarkan urutan paling dibutuhkan dari perspektif muatan materinya: 
a. Keorganisasian 2 sks
b. Kepemimpinan 2 sks
c. Psikologi Remaja 2 sks
d. Mengenal Sekolah 2 sks
e. Mengenal Ekstrakurikuler 2 sks
f. Muatan Lokal 2 sks
g. Lomba-lomba 1 hari

Atribut Peserta FORTASI
Pengenalan atribut IPM harus dimulai sejak menjadi siswa baru. Sehingga mereka sudah tidak asing lagi dengan atribut dan lambang IPM semisal seragam sekolah, batik, jas, emblem, KTA, bendera, papan nama, dan lain sebagainya. 
Dalam pelaksanaan FORTASI, para siswa diarahkan agar akrab dengan atribut tersebut dan dengan persamaan atribut tersebut, di anara mereka tumbuh rasa solidaritas untuk saling membantu. Adapun atribut dalam FORTASI adalah sebagai berikut:
1. Pakaian
a. Siswa memakai seragam IPM lengkap, yaitu baju warna krem dan celana/rok warna coklat tua. Bersepatu hitam dan berkaos kaki putih serta memakai ikat pinggang.
b. Topi dari bola plastik yang dibelah menjadi dua, dicat warna merah (untuk putra) dan biru tua (untuk putri) dengan diberi aksen kucir dan tali pengikat ke leher pakai tali rafia.
c. Tanda perserta terbuat dari kardus mie instan ukuran 20 x 30 cm. Ditulis nama, sekolah, dan kelas dengan spidol besar warna merah. Diberi gantungan tali rafia ukuran 60 cm.
2. Perlengkapan
a. Al-Qur’an
b. Alat Tulis
c. Alat sholat