Digital clock

Kamis, 22 Agustus 2013

PC IPM Limpung Siap jadi Tuan Rumah Musyda XIV

0 komentar

Limpung, (23/8), Pimpinan cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kecamatan Limpung Siap Menggelar Musyawarah Daerah (MUSYDA) Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke XIV.
Acara Ini akan berlangsung mulai hari ini, tepatnya tanggal 23 Agustus 2013 sampai dengan tanggal 25 Agustus 2013 mendatang.


Diagendakan pada hari ini akan diawali dengan KONPICAB.
Sedangkan untuk pembukaan sendiri akan dilakukan esok harinya di tempat pengajian Ahad Pagi "ULUL ALBAB" PCM Limpung. Acara ini akan dibuka langsung oleh bapak Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo.
Selanjutnya diagendakan akan diteruskan dengan seminar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
"kami siap menyelenggarakan Musyda tahun ini,walaupun ada beberapa kendala yang kita alami dalam persiapannya. namun dengan kerja keras dari teman-teman panitia yang bekerja secara Kolektif Kolegial acara ini akan segera terselenggara." Ujar IPMawan Ragil selaku penanggung jawab pelaksanaan Musyda XIV di Kecamatan Limpung.

Rabu, 03 Juli 2013

Panduan FORTASI

0 komentar

Pengertian
Forum Ta’aruf dan Orientasi (FORTASI) siswa Muhammadiyah adalah rangkaian kegiatan yang terprogram secara sistemik untuk menumbuhkembangkan minat, bakat, dan potensi siswa dalam rangka pengenalan terhadap dunia pendidikan, sekolah dan organisasi. Para siswa diharapkan memiliki kepekaan sosial, mampu berkarya secara kreatif, serta terlibat dalam segala aktivitas yang ada di sekolah.

Maksud dan Tujuan 
Membentuk pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka mengembangkan kesadaran dan potensi diri untuk selalu kreatif dan peka terhadap lingkungan sosialnya, tertama pada persoalan pendidikan, demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. 

Target
1. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki wawasan keilmuan yang luas, baik keagamaan maupun keilmuan lainnya.
2. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki budi pekerti mulia baik terhadap orang tua, guru, sesama teman, maupun lingkungan sosialnya.
3. Terbentuknya pelajar muslim yang mampu menjalankan ajaran Islam secara baik dan benar.
4. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang Muhammaiyah beserta Ortomnya.
5. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki minat dalam berorganisasi, khususnya dalam menghidupkan dan mengembangkan IPM di masing-masing sekolahnya.
6. Terciptanya keakraban antarsiswa baru dengan dilandasi ukhuwah Islamiyah.

Sasaran Peserta
Kegiatan FORTASI diperuntukkan bagi siswa-siswa baru di sekolah Muhammadiyah maupun non-Muhammadiyah yang telah diterima secara resmi sebagai siswa baru. 

Waktu Penyelenggaraan
Kegiatan FORTASI dilaksanakan selama empat hari secara berturut-turut menjelang dimulainya proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. 

Pengorganisasian
1. Penanggung Jawab
a. Kepala Sekolah
b. Pimpinan Daerah Ikatan Remaja Muhammadiyah
Kepala sekolah memberikan mandat kepada Pimpinan Daerah IPM untuk mengelola dan melaksanakan FORTASI di sekolahnya. Sedangkan Pimpinan Daerah IPM memberikan instruksi kepada Pimpinan Cabang IPM untuk mengelola FORTASI di sekolah sebagai tanganpanjang Pimpinan Daerah. 
2. Pengelola
FORTASI di sekolah dikelola oleh Pimpinan Cabang IPM, apabila tidak ada kepengurusan Cabang, maka langsung ditangani oleh Pimpinan Daerah IPM setempat. Adapun susuna pengelola adalah sebagai berikut:
Master of Fortasi :
Assistant :
Imam Fortasi :
Master of Game :
Pendamping kelompok :
Anggota :
3. Panitia Pelaksana
Panitia pelaksana FORTASI adalah Pimpinan Ranting IPM di masing-masing sekolah.

Petunjuk Teknis Pengelolaan
1. Dua bulan sebelum acara dilaksanakan, PD IPM membentuk tim dan kepanitiaan yang akan menangani proses pelaksanaan FORTASI.
2. PD IPM mengumpulkan PC IPM untuk membentuk panitia FORTASI di tingkat Cabang. Jika tidakada PC IPM, pengelolaan ditangani langsung oleh PD IPM. 
3. Panitia Cabang menginstruksikan Ranting untuk membentuk panitia FORTASI di sekolah dengan berkoordinasi kepada kepala sekolah masing-masing. 
4. Pengelola diserahkan kepada Cabang masing-masing. Namun apabila sekolah mampu melaksanakannya sendiri, pengelola bisa dari Ranting dengan tetap berkoordinasi kepada Pimpinan Cabang IPM.

Metode dan Teknik Pengelolaan
1. Metode Pengelolaan
FORTASI untuk jenjang pertama (SLTP) menggunakan metode gabungan antara paedagogi dan andragogi dengan penekanan pada metode Paedagogi. Sedangkan untuk jenjang kedua (SLTA) menggunakan metode gabungan antara paedagogi dan andragogi dengan menekankan pada andragogi.
2. Teknik Pengelolaan 
a. Ceramah
b. Penataran
c. Mentoring (pemantauan)
d. Stimulasi
e. Diskusi
f. Brainstorming (olah pikir, sekedar tukar ide)
g. Dinamika kelompok
h. Case Study (menganalisis sebuah masalah, bisa berupa berita maupun kejadian nyata)

Materi-materi
Materi-materi FORTASI diklasifikasikan menjadi dua, yaitu materi wajib dan materi pendukung. Tiap-tiap materi ada waktu yang telah ditentukan berdasarkan SKS. Setiap satu SKS terdiri dari 45 menit. Untuk materi FORTASI SMP dan SMA tidak ada pembedaan, hanya saja perlu ada perbedaan dalam hal teknik dan media penyampaian materi. Berikut ini adalah penjelasannya: 




1. Materi Wajib
Ada tiga materi utama yang tidak boleh ditinggalkan salah satunya selama pelaksanaan FORTASI berlangsung. Ketiga materi itu adalah sebagai berikut: 
a. Dasar-dasar Islam 2 sks
b. Cara Praktis Siswa Beragama Islam 2 sks 
c. Mengenal Muhammadiyah 2 sks 
d. Mengenal IPM Secara Umum 2 sks 
e. Mengenal IPM Ranting 2 sks

2. Materi Pendukung
Materi pendukung bisa dipilih sesuai dengan keterbatasan waktu dan kebutuhan di masing-masing sekolah. Berikut ini adalah pilihan materinya berdasarkan urutan paling dibutuhkan dari perspektif muatan materinya: 
a. Keorganisasian 2 sks
b. Kepemimpinan 2 sks
c. Psikologi Remaja 2 sks
d. Mengenal Sekolah 2 sks
e. Mengenal Ekstrakurikuler 2 sks
f. Muatan Lokal 2 sks
g. Lomba-lomba 1 hari

Atribut Peserta FORTASI
Pengenalan atribut IPM harus dimulai sejak menjadi siswa baru. Sehingga mereka sudah tidak asing lagi dengan atribut dan lambang IPM semisal seragam sekolah, batik, jas, emblem, KTA, bendera, papan nama, dan lain sebagainya. 
Dalam pelaksanaan FORTASI, para siswa diarahkan agar akrab dengan atribut tersebut dan dengan persamaan atribut tersebut, di anara mereka tumbuh rasa solidaritas untuk saling membantu. Adapun atribut dalam FORTASI adalah sebagai berikut:
1. Pakaian
a. Siswa memakai seragam IPM lengkap, yaitu baju warna krem dan celana/rok warna coklat tua. Bersepatu hitam dan berkaos kaki putih serta memakai ikat pinggang.
b. Topi dari bola plastik yang dibelah menjadi dua, dicat warna merah (untuk putra) dan biru tua (untuk putri) dengan diberi aksen kucir dan tali pengikat ke leher pakai tali rafia.
c. Tanda perserta terbuat dari kardus mie instan ukuran 20 x 30 cm. Ditulis nama, sekolah, dan kelas dengan spidol besar warna merah. Diberi gantungan tali rafia ukuran 60 cm.
2. Perlengkapan
a. Al-Qur’an
b. Alat Tulis
c. Alat sholat